Thursday, May 24, 2007

Lubang Ozon, Lubang Kematian


Oleh: Amrizal Muchtar
Pemerhati Masalah Lingkungan

(tulisan ini pernah dimuat di Fajar, Makassar)

Punta Arenas adalah salah satu kota di ujung paling selatan Amerika Selatan. Penduduk kota berpopulasi 120.000 jiwa ini sekarang tidak lagi setenang dan setentram kota-kota lain di dunia. Halaman rumah mereka sudah lama tidak hijau seperti halaman kita di Indonesia, karena tiap tanaman yang tumbuh selalu merana. Penduduknya selalu dianjurkan memakai topi sombrero yang lebar tepiannya, kacamata hitam, kemeja lengan panjang, celana panjang, dan losion pelindung kulit pada bagian badan yang tidak terlindung kalau sedang berada di luar rumah.
Ya, kota ini merupakan satu-satunya kota di dunia yang terpapar bulat-bulat sinar ultraviolet yang bisa menimbulkan kanker kulit dan penyakit-penyakit lain yang sangat berbahaya. Keadaan ini diakibatkan menipisnya lapisan ozon di atas kota itu. Setiap hari, Badan Meteorologi dan Geofisika mereka menyiarkan ramalan cuaca, berisi laporan perkembangan besarnya lubang ozon di langit mereka, seperti laporan perkembangan suhu dan hujan pada kita.
Kondisi ozon di daerah ini memang tergolong paling parah di dunia. Setiap tahun, selama beberapa hari antara 1 September dan 31 Desember, lubang ozon di langit kota itu mencapai ukuran yang paling besar (kurang lebih 29 juta km2) dan melayang persis di atas kota itu. Diukur dengan spektroradiometer, kepekatan lapisan ozonnya sudah kurang dari 200 satuan Dobson di skala pengukur ozon. Sewaktu-waktu bisa bolong sama sekali, seperti di kutub selatan. Adapun di tempat lain di muka Bumi, kepekatannya masih normal, setebal 400.
Akankah muncul banyak Punta Arenas baru di tempat lain khususnya di Indonesia? Jawabannya tidak mustahil kalau perusakan ozon oleh manusia tidak segera ditangani dengan serius.
---ooo---
Seperti halnya nitrogen (N2), oksigen (O2), dan karbon dioksida (CO2), ozon adalah salah satu jenis gas yang terkandung dalam udara. Ozon yang terdiri atas tiga atom oksigen (O3) memiliki konsentrasi jauh lebih rendah dari gas-gas lain tadi.
Kita mungkin pernah mendengar tentang ozonisasi untuk mensterilkan air. Proses inilah yang dipakai dalam industri air mineral. Atau mungkin kita pernah dengar mengenai pembatasan kadar ozon di tempat kerja atau ruangan sampai sebesar 120 mikrogram per meter kubik udara karena sifatnya yang sangat beracun. Namun, walau zatnya sama, bukan ozon-ozon tersebut yang dipermasalahkan sekarang.
Yang menjadi permasalahan dan sering jadi topik internasional sekarang adalah ozon yang bertempat di lapisan stratosfer, lapisan udara kedua yang terletak 10-60 km dari bumi.
Ozon tersebut membentuk mantel yang melingkupi bumi dan melindungi umat manusia dari radiasi langsung sinar matahari sehingga kehidupan dapat tetap berlangsung di muka bumi ini. Mantel ozon ini memproteksi manusia dari sengatan sinar maut, yakni sinar ultraviolet, yang telah terbukti mampu mencengekeram kehidupan umat manusia.
Sinar ultraviolet dalam jumlah kecil memang diperlukan manusia misalnya dalam membantu pembentukan vitamin D oleh tubuh. Akan tetapi kalau terpapar dalam jumlah banyak, dampaknya akan sangat dahsyat. Terhadap manusia, sinar ini dapat menyebabkan kanker kulit, katarak mata, dan penurunan kekebalan tubuh seperti halnya penderita AIDS. Sinar ultraviolet dapat menurunkan kemampuan organisme dalam menyerap CO2 sehingga zat ini semakin terakumulatif dan mempermudah terjadinya pemanasan global. Sinar ultraviolet dapat menurunkan kemampuan mikroorganisme dalam menyediakan unsur nitrogen dalam tanah sehingga mengancam nasib tumbuh-tumbuhan dan juga hewan. Sinar ultraviolet dapat pula mengganggu kehidupan plankton yang menjadi dasar kehidupan di laut sehingga merusak ekosistem laut.
Dari semua itu, maka tidak ada keraguan lagi untuk mengatakan bahwa sedapat mungkin, paparan sinar ultraviolet di bumi harus sesedikit mungkin terjadi. Ironisnya, fakta menunjukkan kemampuan bumi dalam melindungi dirinya sendiri dari radiasi ini semakin melemah. Semenjak tahun 80-an, sinar ultraviolet yang masuk bumi telah meningkat 8-12 persen. Diperkirakan sekarang terjadi peningkatan yang signifikan dan akan makin parah di masa-masa yang akan datang. Ini disebabkan oleh makin menipisnya lapisan ozon bumi yang bisa memantulkan sinar tersebut. Menurut para ahli, setiap 10 % penipisan ozon, akan terjadi peningkatan sinar ultraviolet sebesar 20 %.
Perusakan ozon disebabkan oleh pemakaian bahan perusak lapisan ozon (BPO) dalam kehidupan sehari-hari manusia. Banyak sekali alat-alat kehidupan manusia yang mengandung BPO seperti lemari es, air conditioner, alat pemadam kebakaran, aerosol atau kosmetik semprot, bahan pembuatan gabus, cairan pembersih dan banyak lagi.
Berbagai jenis BPO digunakan oleh alat-alat di atas. Salah satunya, yaitu chloroflorocarbon (CFC). CFC merupakan hasil reaksi antara zat hidrokarbon dengan gas halogen di dalam sistem pendingin seperti kulkas atau AC. CFC juga digunakan sebagai bahan pendorong dalam aeorosol, misalnya hair spray, deodorant spray, dan insektisida. Jadi tiap menggunakan aerosol, zat ini akan terlepas ke udara. Penggunaan lain yaitu dalam pembuatan busa untuk bahan pembungkus, isolasi, matras dan gabus, dimana CFC akan teremisi ke udara selama proses pembuatan busa, tapi bahan busa itu sendiri tidak mengandung CFC.
CFC yang terlepas ke udara, pada kulkas dan AC terlepas pada saat rusak, akan terus naik ke atmosfer karena sifatnya yang stabil. CFC akan masuk lapisan stratosfer, tempat keberadaan mantel ozon, sehingga terjadilah reaksi antara ozon dengan unsur halogen dari senyawa CFC ini. Akibatnya ozon akan hancur dan semakin menipis. Perlu diketahui bahwa setiap molekul CFC akan merusak 100000 molekul ozon.
Selain CFC, masih banyak jenis BPO lain yang sering dipakai, di antaranya halon yang dipakai pada gas pemadam kebakaran, trichloroetane yang digunakan dalam pelarut dan pencucian logam di berbagai industri, dan carbon tetrachlorida yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan CFC. CFC memang yang paling sering dipakai, tapi yang paling berbahaya dari bahan-bahan berbahaya tersebut adalah halon, karena sifat perusak ozonnya 10 kali lebih besar dari CFC.
Dari sini, perlulah kita sadar bahwa kita sedang menuju masa depan yang mengerikan. Perusakan ozon berlangsung terus-menerus dan mengancam keberadaan manusia di bumi. Karena itu, sebagai manusia dan bagian dari seluruh umat manusia yang berjuang di atas bumi ini, perlulah kita peduli akan nasib bersama.
Kalau kita kebetulan berkedudukan sebagai pemerintah yang berwenang dalam menentukan kebijaksanaan mengenai lingkungan atau industri, langkah yang bisa diambil di antaranya melarang produksi dan impor peralatan yang mengandung BPO ( misalnya aerosol untuk industri kosmetik yang mengandung CFC sebagai gas pendorong dll.), mendemonstrasikan/uji coba teknologi baru (misalnya: CFC-11, recycling), dan mengadakan diseminasi pengetahuan dan seminar-seminar untuk kalangan industri.
Kalau kita termasuk kaum pengusaha industri, maka kita sebaiknya merangsang penggunaan dan mengembangkan sistem yang sesuai dengan teknologi non BPO (misalnya produksi kulkas non CFC), mengembangkan kemampuan personil agar mampu dan terampil dalam menggunakan teknologi baru yang ramah lingkungan, dan melakukan tindakan antisipasi dengan memperhatikan usia pakai peralatan produksi dan menggantikan atau memperbaiki alat-alat yang rusak.
Adapun kalau kita hanya sebagai masyarakat biasa, maka kita bisa berperan dalam pelestarian ozon, misalnya, dengan sesedikit mungkin menggunakan mebel baik di kantor maupun di rumah, yang menggunakan busa ( gunakanlah bahan organik seperti kapas, sabut kelapa, bulu angsa dll), memakai kulkas atau AC yang non BPO, memakai kosmetik non-spray, menggunakan kemasan yang tidak terbuat dari gabus (gunakan kertas atau bahan organik seperti daun dll), memperbaiki AC dan lemari es yang rusak secepat mungkin sehingga zat pendingin tidak teremisi ke udara, menanam pepohonan di sekitar tempat tinggal / kantor yang selain untuk menyejukkan ruangan sehingga tidak memerlukan AC, juga akan menambah oksigen (O2), dan memilih bengkel yang dapat mendaur ulang zat pendingin, jika alat pendingin rusak.
Mudah-mudahan dengan hari ozon yang jatuh pada 16 September ini, kita bisa lebih bersemangat dalam menjaga ozon kita ini.



Partner Link:
1. There are four diabetes-type








No comments: