Monday, August 13, 2007

The Simpsons Movie

The Simpsons Movie

Kemarin, 11 Agustus 2007, aku menonton The Simpsons versi Bioskop. The Simpsons dulunya adalah serial kartun, mengisahkan tentang kehidupan kocak keluarga Simpson beserta tiga anaknya. Tapi kini serial tersebut diangkat ke dalam versi layar lebar.

Sungguh menyenangkan menonton film kartun ini. Selain lucu, film ini juga banyak mengandung unsur mendidik, misalnya tentang pentingnya sebuah keluarga, pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak, perlunya sikap pedulian pada sesama dan lingkungan serta banyak lagi yang lain.

Aku tidak menontonnya di bioskop. Terlalu mahal. Anda bisa menebak. Ya aku menontonnya di dvd "sesuatu yang tak mau kusebut namanya" (Seperti dalam kisah Harry Potter, kan ada tokoh "dia yang tidak boleh disebut namanya"). DVD yang tidak mau kusebut namanya ini banyak dijual di pinggir-pinggir jalan seharga lima ribu sampai tujuh ribuan ini. Ya, dimana-mana memang penjual DVD yang tidak mau kusebut namanya ini bebas menjajakan dagangannya walaupun peraturan perundang-undangan tentang sesuatu yang tidak mau kusebut namanya ini belum lama keluar.

Adapun kisahnya sendiri adalah mengenai kondisi lingkungan SPRINGFIELD, tempat tinggal Keluarga Simpson, yang sudah sangat tercemar akibat ulah warganya yang sering membuang sampah dan limbah di danau. Saking tercemarnya pemerintah Amerika memutuskan untuk mengisolasi kota tersebut dari dunia dengan menutup kota tersebut dengan kubah kaca raksasa.

Walaupun sudah ditutup, tetap saja pencemaran terus terjadi. Anak kedua keluarga Simpson berusaha mencegah kerusakan lebih lanjut. Awalnya gagal karena seluruh warga bersifat acuh terhadap hal ini, tapi perlahan setelah berusaha terus-menerus, akhirnya dia berhasil mengubah kebiasaan warga dan mengajak warga untuk bersama-sama membersihkan danau. Danau memang tidak seratus persen bisa bersih, tapi setidaknya kerusakan tidak bertambah parah.

Situasi yang sudah tenang, tiba-tiba dikacaukan lagi oleh Homer Simpson, sang ayah yang sifatnya cuek dan pemalas. Dia membuang barang beracun ke dalam danau sehingga air danau tersebut menjadi sangat berbahaya. Kodok yang tidak sengaja nyemplung ke kolam itu bermutasi menjadi kodok bermata sepuluh.

Hal ini menggegerkan kota Springfield. Tanpa penyelidikan berartipun, langsung ketahuan kalau Si Homerlah yang jadi biang kerok. Di kaleng besar, tempat polutan cair tersebut, ditemukan nama Homer. Warga Springfield langsung mengamuk dan mengejar Homer sekeluarga. Tapi mereka berhasil lolos dan tanpa diduga bisa keluar dari kubah tersebut.

Homer sekeluarga kemudian mencari kehidupan baru dengan berpindah ke Alaska. Awalnya mereka bahagia di sana, tapi kemudian terdengar kabar buruk tentang kota Springfield. Kabarnya kota itu tambah kacau. Pemerintah memutuskan untuk menghapus kota itu dari peta Amerika. Pemerintah akan meluluhlantakkan kota itu dengan bom. Istri dan anak-anak Homer berniat kembali ke Springfield untuk menyelamatkan kota itu. Tapi Homer menentang keras karena mereka telah hidup nyaman di Alaska. Kenapa harus mengurusi kehidupan yang lama?

Istri dan anak-anak Homer berkeras. Tanpa pengetahuan Homer mereka kembali ke Springfield. Di tengah jalan mereka ditangkap oleh agen federal amerika karena telah melarikan diri dari kota Springfield. Mereka kembali di jebloskan ke dalam penjara kaca Springfield.

Homer akhirnya menyadari bahwa dirinya terlalu egois. Dia hanya memikirkan diri sendiri. Dia pun menyusul ke Springfield untuk menyelamatkan istri dan anak-anaknya serta kota Springfield.

Homer kembali ke Springfield tapi dia tak bisa masuk ke dalam Springfield karena tertutup kubah kaca. Dia memanjatnya dengan susah payah dengan bantuan lem di tangannya. Dan akhirnya dia pun berhasil masuk untuk menemui anak dan istrinya.

Di saat yang bersamaan, pemerintah ternyata telah melaksanakan rencananya untuk membom kota Springfield. Telah dipasang bom digital yang akan meledak dalam 15 menit. Bisa ditebak. Si Homer berhasil menyelamatkan kota dengan melemparkan bom tadi keluar dari kubah. Caranya kurang masuk akal sih. Namanya juga kartun. Homer dan anaknya Bart, mengendarai motor melalui bagian dalam kubah. Dia bisa melakukannya karena kecepatan motornya sangat tinggi. Bahkan dengan posisi terbalik pun dia tidak jatuh. Di Pasar malam kita sering lihat atraksi semacam ini. Tapi itu dengan lingkaran kubah yang kecil . Tapi ini denganlingkaran kubah yang maha besar.Tapi namanya juga kartun. Semua hal bisa terjadi. Karena keberhasilannya ini, dia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

AMRIZAL, CIBINONG, 12 AGUSTUS 2007


Partner Link:
Learning Diabetes Type 1


No comments: